AIESEC in Bandung merupakan organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan skill dan Sustainable Development Goals (SDG). Melalui visi dan misi tersebut, AIESEC in Bandung menghadirkan program volunteer internasional “On The Map” sebagai upaya nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan di Bandung. Program ini tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemuda lokal dan internasional untuk mengenal Bandung melalui pendekatan budaya, edukasi, serta praktik kewirausahaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui skema exchange, peserta mendapatkan pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif sekaligus mengasah berbagai keterampilan penting, seperti kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan adaptasi. Dengan menggabungkan pengembangan diri dan kontribusi nyata terhadap isu global, “On The Map” menjadi wadah bagi pemuda untuk tumbuh sebagai agen perubahan yang tidak hanya memahami tantangan keberlanjutan, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
AIESEC in Bandung turut menghadirkan unsur edukasi budaya melalui kolaborasi bersama siswa SMA Tunas Unggul. Dalam kegiatan ini, Exchange Participants dan Local Volunteers terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif, seperti mencicipi kuliner khas daerah, berdiskusi mengenai perbedaan budaya, serta memperkenalkan nilai-nilai keberagaman kepada para pelajar. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antara pemuda internasional, pemuda lokal, dan institusi pendidikan di Bandung.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar) menjadi bagian yang mengawali Opening Ceremony dan menjadi mitra AIESEC in Bandung, Local Volunteer, serta Exchange Participants. Pembukaan ini menandai dimulainya kolaborasi lintas sektor antara organisasi kepemudaan internasional, pemerintah daerah, dan mitra lokal dalam mempromosikan Bandung sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis budaya.
Program “On The Map” juga menitikberatkan pada pengalaman praktik melalui internship berbasis UMKM. Exchange Participants menjalani penugasan di dua mitra usaha kreatif, yaitu Lost in Clay dan Hasan Batik. Di Lost in Clay, peserta mempelajari proses pembuatan keramik (pottery), mulai dari pembentukan tanah liat hingga tahap akhir finishing produk. Sementara itu, di Hasan Batik, peserta mendalami teknik membatik, mengenal ragam motif, serta memahami nilai filosofis yang terkandung dalam batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Salah satu Exchange Participant asal Vietnam turut membagikan kesannya selama mengikuti program “On The Map”. Ia menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman yang menarik karena membuka kesempatan untuk mengenal budaya Sunda secara langsung. Para peserta tidak hanya mempelajari proses membatik dan memahami nilai budaya lokal, tetapi juga mendapatkan pengalaman internship di bidang pottery yang mengajarkan berbagai teknik pembuatan keramik.
Program ini melibatkan Local Volunteers dari berbagai perguruan tinggi di Bandung serta Exchange Participants yang berasal dari Pakistan dan Vietnam. Selama empat minggu, peserta mengikuti rangkaian kegiatan terstruktur yang mencakup eksplorasi kota, internship di UMKM, produksi konten digital, workshop publik, hingga aktivitas edukatif bersama komunitas dan pelajar.
AIESEC in Bandung menargetkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pariwisata berkelanjutan, penguatan kapasitas UMKM lokal, serta terjalinnya pertukaran budaya lintas negara. Program ini menjadi bagian dari komitmen AIESEC in Bandung dalam berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui peran aktif pemuda.
Ke depannya, AIESEC in Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif kepemudaan yang berdampak dengan menghubungkan pemuda lokal dan internasional dalam berbagai proyek sosial yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan Kota Bandung.





