Berita

Kawal Transisi Pascasidang Istimewa, Safari Calon Plt. Presma BEM REMA UPI Dihadapkan dengan Rentetan Tuntutan dari Kamda Cibiru

Kegiatan Safari Calon Plt. Presma BEM REMA di UPI Kampus Cibiru pada 23 September 2026 (Sumber: Perslima)

Bandung, 24 September 2026 – Dinamika kelembagaan di lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM REMA UPI) memasuki babak baru pascapemberhentian Presiden Mahasiswa (Presma), Khalid Syaiful Jundullah, dalam Sidang Istimewa (SI) yang telah dilaksanakan sebanyak 4 kali. Demi mencegah kekosongan kepemimpinan hingga demisioner pada Desember 2026 nanti, konsensus SI mengadakan konsep yang disebut sebagai Pelaksana Tugas (PLT) untuk meneruskan sisa program kerja organisasi. Sebagai langkah penjaringan aspirasi, calon tunggal Plt. Presma BEM REMA UPI, Hilmi Rizal Fadhillah, melakukan safari calon PLT Presma di UPI Kampus Cibiru sebagai bentuk konsolidasi dan uji gagasan, Rabu sore (23/9/2026).

Berbeda dari safari kontestasi Pemira pada umumnya, Hilmi menegaskan agenda ini tidak membawa pemaparan visi dan misi baru. Langkah tersebut diambil karena arah kepengurusan tetap berpatokan pada hal-hal fundamental yang dibutuhkan mahasiswa di sisa waktu periodisasi yang realistis hingga akhir tahun. 

“Yang tujuannya adalah mendengar daripada seluruh aspirasi dan juga kondisi objektif yang ada di fakultas pun juga Kampus Daerah yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia, pun juga terkait dengan pencalonan ini, tujuan saya sendiri tentunya untuk meneruskan hal-hal yang memang fundamental, khususnya untuk kepentingan mahasiswa UPI itu sendiri,” ujar Hilmi saat ditanya mengenai tujuan utama melakukan safari di UPI Kampus Cibiru. 

Hilmi menyampaikan bahwa ke depan, BEM REMA UPI akan memusatkan gerakannya pada tiga aspek prioritas, yaitu advokasi kesejahteraan dan kasus kekerasan seksual, pengawalan isu publik secara berdampak, serta peningkatan partisipasi kritis mahasiswa dalam iklim pergerakan kampus sebagai bentuk dari pengabdian pada masyarakat.

Ujian Legitimasi: Memulihkan Krisis Kepercayaan Mahasiswa UPI terhadap BEM REMA

Penyampaian Pertanyaan dari Ketua BEM UPI Kampus Cibiru saat Sesi Dialog Terbuka (Sumber: Perslima)

Forum safari langsung memanas saat sesi dialog dibuka oleh jajaran pimpinan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) Kampus Cibiru. Ketua BEM UPI Kampus Cibiru, Muzammil Ali Qodari, secara lugas mempertanyakan langkah konkret calon Plt. Presma dalam mengembalikan kepercayaan mahasiswa yang merosot tajam akibat turbulensi politik kepengurusan sebelumnya.

Menjawab hal tersebut, Hilmi memvalidasi adanya sentimen penurunan kepercayaan dan menilai reaksi kritis mahasiswa sebagai hal yang wajar. Ia menegaskan tidak akan menyalahkan pihak mana pun, melainkan menginstruksikan seluruh jajaran kementerian BEM REMA untuk langsung terjun bekerja tuntas ke lapangan tanpa harus menunggu komando birokrasi yang kaku.

“Penting mengembalikan kepercayaan karena ini berdampak langsung pada kerja advokasi dan program yang berjalan. Kami ingin struktur di BEM REMA langsung mengeksekusi rencana awal dan turun langsung. BEM REMA harus terbuka dan menjadi milik seluruh mahasiswa UPI,” ujar Hilmi dengan tegas menanggapi sorotan tersebut.

Keraguan serupa ditegaskan oleh Ketua Umum BE HIMA Tekkom, M. Faliq, yang menuntut pembuktian nyata daripada sekadar janji lisan yang kerap berulang di tiap pergantian nakhoda. Hilmi menanggapi bahwa agenda yang ia bawa bukanlah program baru, melainkan percepatan atas apa yang sedang berjalan bersama pimpinan fakultas. Ia juga menjanjikan akan segera mempersiapkan gelaran Pemira agar kepengurusan selanjutnya tidak lagi terkendala masa jabatan singkat yang selama ini menghambat efektivitas BEM REMA.

Menjawab Kegelisahan Advokasi dan Pers Mahasiswa: UKT, Fasilitas, Pelaksanaan Kegiatan Porsema, hingga Independensi Unit Pers Mahasiswa

Tetap di dalam Forum, Penyampaian Jawaban dari Calon Plt. Presma saat Dialog Terbuka (Sumber: Preslima)

Sengkarut ketimpangan fasilitas antara kampus pusat (Bumi Siliwangi) dan kampus daerah turut menjadi sorotan tajam. Ketua departemen Advokastrat BEM UPI Cibiru, Wisnu Firmansyah, mencecar perihal nasib mahasiswa daerah yang terancam putus kuliah akibat lonjakan UKT, minimnya realisasi fasilitas kompetisi olahraga seperti Porsema, hingga persoalan teknis arak-arakan wisuda di Gymnasium.

Terkait Porsema, Hilmi meluruskan bahwa agenda terdekat yang tengah dijajaki rektorat adalah Liga Mahasiswa yang rencananya digelar pada November mendatang. Pihaknya berjanji akan menjembatani akses sarana di kampus pusat sekaligus memastikan mahasiswa daerah terakomodasi. Mengenai advokasi UKT dan kasus kekerasan, Hilmi menegaskan prinsip pendampingan berjenjang yang menghormati otonomi himpunan dan fakultas, seraya memastikan kerahasiaan identitas korban tetap menjadi prioritas mutlak yang tidak untuk dipublikasikan secara serampangan.

Sikap tegas juga diperlihatkan Hilmi saat menjawab keresahan Hizkia dari UKM Perslima mengenai intimidasi liputan kritis. Hilmi meminta pers mahasiswa tetap menjaga independensi dan pantang mencabut (takedown) produk jurnalistik sekalipun memuat kritik tajam terhadap internal BEM REMA itu sendiri.

“Jangan pernah takedown postingan meskipun itu menyalahkan BEM REMA, karena itu bentuk transparansi publik. Tetap pertahankan. Kalau ada yang menekan, sampaikan, kami siap pasang badan karena pers sudah dijamin haknya,” tegas Hilmi disambut riuh para audiens dalam forum.

Layangkan Tujuh Tuntutan Mutlak untuk Kepengurusan PLT Setelah Resmi Diangkat Hingga Demisioner  

Potret Setelah Mewawancarai Langsung Calon Plt. Presma BEM REMA Sekaligus Ketua BEM UPI Kampus Cibiru (Sumber: Preslima)

Menjelang akhir forum, konsolidasi mengerucut pada pembacaan sikap resmi. Mewakili seluruh elemen mahasiswa UPI Kampus Cibiru, Muzammil Ali Qodari selaku ketua BEM UPI Kampus Cibiru melayangkan lima butir tuntutan konkret yang wajib dipenuhi oleh Plt. Presma ketika sudah resmi menjabat sebagai Plt. Presma nantinya.

  1. Pendampingan Advokasi Total: BEM REMA wajib mendampingi secara konsisten seluruh proses pengadvokasian isu dan kendala mahasiswa Kamda Cibiru tanpa terkecuali.
  2. Matriks Kerja 30 Hari: Menuntut penyusunan dan penyerahan matriks rancangan program kerja khusus kampus daerah dalam tenggat 30 hari kalender sejak penetapan resmi jabatan PLT Presma.
  3. Jembatan Fasilitas dan Prestasi: Membuka sumbatan komunikasi birokrasi ke Bumi Siliwangi untuk memfasilitasi pengembangan minat, bakat, riset, serta perlombaan mahasiswa daerah.
  4. Jaminan Keterlibatan di Ajang Olahraga: Mendesak pelibatan penuh kontingen Kamda pada ajang Liga Mahasiswa atau menuntut pemenuhan hajat akbar Porsema apabila ajang tersebut urung mengakomodasi daerah.
  5. Evaluasi Total Kabinet: Melakukan perombakan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh kementerian dan jajaran struktural BEM REMA pasca Sidang Istimewa.

Selain itu, salah satu mahasiswa dari program studi Pendidikan Multimedia di UPI Kampus Cibiru turut serta memberikan tuntutan kepada calon Plt. Presma.

  1. Advokasi Kurikulum dan UKT: Menekan birokrat rektorat dari lini atas terhadap isu penataan kurikulum dan disparitas penetapan nominal UKT yang tidak sebanding dengan fasilitas sarana di Kamda.
  2. Kejelasan Alur Birokrasi Pengawalan Isu: Menstandarisasi SOP penanganan advokasi yang transparan dan terintegrasi dari tingkat himpunan prodi hingga pusat.

Merespons draf tuntutan tersebut, Hilmi menyatakan komitmennya untuk segera mengeksekusi poin-poin yang bisa dilakukan saat ini, serta memfilter hal-hal yang membutuhkan legitimasi resmi setelah pelantikan dirinya sebagai PLT Presma. Ia menegaskan siap menerima sanksi etik dan pengawasan ketat dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) apabila mengulang kelalaian kepemimpinan masa lalu. 

“Memang hal-hal tersebut harus kita perjuangkan bersama, terlebih itu mengenai aspek daripada pengembangan sumber daya manusia kita, yakni mahasiswa UPI dalam aspek minat dan juga bakat tentunya harus kita upayakan bersama, kemudian juga aspek hak kesejahteraan mahasiswa tentunya dalam konteks advokasi tadi, yang mana hal-hal yang memang tadi diutarakan oleh kawan-kawan Kampus Cibiru itu menjadi asas yang fundamental dan juga penting tentunya untuk memang harus kita perjuangkan sampai tuntas,” jawab Hilmi menanggapi hal-hal yang ditanyakan serta tuntutan dari mahasiswa UPI Kampus Cibiru.

Beberapa hal yang telah disampaikan oleh calon Plt. Presma BEM REMA UPI menjadi sebuah titik balik dari hal-hal yang sudah menimpa kepengurusan mereka sebelumnya. Sebagai salah satu kampus daerah yang dikunjungi, Muzzamil selaku ketua BEM UPI Cibiru menyampaikan harapan ke depan dalam kolaborasi bersama BEM REMA UPI untuk bisa lebih mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di UPI Kampus Cibiru. 

“Mungkin salah satu bentuk utama itu dalam pendampingan advokasi, yang itu sangat-sangat penting dan fundamental gitu bagi mahasiswa UPI Cibiru ini didampingi oleh BEM REMA, pun juga hal yang lain itu adalah kolaborasi dari segi program kerja. Dari BEM REMA ini memang sudah menjanjikan kepada kami kampus daerah bahwasannya akan melaksanakan program kerja yang diwadahi oleh badan diplomasi KAMDA itu sendiri untuk mengadakan sebuah kegiatan yang ada di kampus UPI Cibiru ataupun di KAMDA-KAMDA yang lainnya. Makanya dari itu kami menuntut agar si program kerja ini bisa terlaksana pada akhirnya di sisa-sisa waktu periodisasi ini mungkin efektifnya selama dua bulan,” ucap Muzzamil tegas dan penuh harap. 

OPINI PENULIS

Safari konsolidasi calon PLT Presma BEM REMA UPI di Kampus Cibiru menjadi cermin nyata bahwa legitimasi kepemimpinan mahasiswa tidak bisa dibangun di atas retorika kosong. Pemberhentian nakhoda lama melalui Sidang Istimewa telah meninggalkan luka skeptisisme mendalam di kalangan mahasiswa kampus daerah yang selama ini kerap merasa dianaktirikan.

Waktu efektif dua bulan menuju demisioner pada Desember bukanlah ruang untuk beretorika. Mandat tujuh tuntutan dari UPI Kampus Cibiru merupakan nota tagihan atas hak-hak dasar mahasiswa daerah—mulai dari keringanan UKT, ruang berekspresi, hingga perlindungan kemerdekaan pers. Kepemimpinan transisi ini akan diuji: apakah mampu membuktikan taring advokasinya secara inklusif, atau sekadar menjadi perpanjangan tangan birokrasi yang mewajarkan status quo keterasingan kampus daerah di bawah bayang-bayang Bumi Siliwangi.

“Dinamika tahta boleh berganti, namun mandat pembelaan hak mahasiswa daerah pantang terhenti di ruang audiensi.”

Rabu (23/09), calon PLT Presma BEM REMA UPI menyambangi UPI Kampus Cibiru dalam rangkaian safari konsolidasi pasca Sidang Istimewa. Forum ini membedah komitmen penguatan advokasi UKT, jaminan independensi pers, hingga penyerahan tujuh poin tuntutan mutlak dari Ormawa Kamda Cibiru untuk kepengurusan transisi.

Redaktur Pelaksana: Shafiyyah Nurul Husna & Intan Aulia. S

Reporter: Alpin Pauzi

Penulis : Ahdan Dwi Mukhopifi 

Layouter: Risma Raadhani & Ananda Alya. P. M

Editor: Keisya Aprilia Putri & Maulida Siti. N

Foto Video: Hizkia Anugrah. R