Tiga mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), M. Fadhli Taqdirul Jabbar, Inggo Iwan Kurniawan, dan Fuji Rahmannisa, telah mengembangkan aplikasi Tadaku sebagai sarana untuk menyelenggarakan kuesioner dan survei bagi masyarakat Indonesia. Dalam menghadapi kesulitan melakukan survei dan observasi penelitian di tengah pandemi, ketiga mahasiswa UPI tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari Simbelmawa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk merealisasikan aplikasi ini.

Berbeda dengan aplikasi seperti Google Forms atau Microsoft Forms, aplikasi Tadaku difokuskan untuk mengakomodasi kuesioner daring dan responden dalam suatu media atau komunitas tertentu. “Tadaku ini di bangun dengan keresahan yang genuine, dengan adanya Tadaku harapnnya tidak ada lagi mahasiswa yang spam dengan menyebarkan kuesioner di sembarang tempat, seperti grup WhatsApp atau kebingungan ga dapat responden,” ujar Inggo setelah PKP2 internal UPI pada tanggal 31 Agustus 2021. Pada hari yang sama, M. Fadhli juga menyampaikan optimisme mereka terhadap Tadaku dan timnya untuk menjadi startup Indonesia yang mendorong Indonesia menjadi negara digital pada tahun 2024. Dosen pendamping dalam Program Kreativitas Mahasiswa, Indira Syawanodya, M.Kom, turut merasa bangga dan mendukung gagasan serta semangat para mahasiswa tersebut.

Aplikasi Tadaku saat ini dapat diakses melalui situs web www.tadaku.id dengan tampilan yang sederhana. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, sebagian besar fitur di Tadaku.id sepertinya sudah dapat digunakan. Fuji Rahmannisa, salah satu pendiri aplikasi Tadaku, menjelaskan bahwa Tadaku.id diharapkan dapat menjadi alat demokrasi, seperti untuk melakukan pemungutan suara dalam organisasi, bahkan dalam pemilu. Fuji percaya bahwa aplikasi Tadaku yang berbasis website ini dapat mengurangi interaksi fisik selama pandemi dan mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan. Selain itu, dia menekankan potensi aplikasinya dalam aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan di masa depan.
Ketiga pendiri Tadaku, yaitu M. Fadhli Taqdirul Jabbar, Inggo Iwan Kurniawan, dan Fuji Rahmannisa, saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan pengembangan aplikasi Tadaku dan melaporkan administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dana dan pembentukan perusahaan startup.
