Berita PERSLIMA

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 Sebagai Langkah Awal Generator Jurnalistik Muda.

Bandung, 14 Februari 2026 — Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru dilaksanakan dalam satu hari dengan mengusung konsep pengenalan jurnalistik dan hunting foto. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembinaan bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia pers mahasiswa, khususnya dalam memahami dasar-dasar jurnalistik dan fotografi.

Kegiatan ini diikuti oleh para calon anggota pers mahasiswa dari berbagai program studi. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kode etik jurnalistik, pengenalan kerja jurnalistik kampus, serta praktik fotografi jurnalistik melalui kegiatan hunting foto di lingkungan kampus. Konsep ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung proses kerja jurnalistik di lapangan.


Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD)

Yussar sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan PJTD 2026 (Sumber: Perslima)

Ketua pelaksana PJTD 2026, Mochammad Yussar Rizky, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal awal dan pengalaman dasar bagi calon jurnalis kampus. Menurutnya, pembekalan yang diberikan diharapkan mampu membantu para calon anggota pers dalam memahami prinsip dasar jurnalistik sehingga lebih siap ketika terjun langsung ke lapangan. Ia juga berharap materi yang disampaikan dapat dicerna dengan baik dan diterapkan secara nyata dalam praktik jurnalistik ke depannya.

“Melalui PJTD ini, peserta diharapkan tidak lagi memulai dari nol ketika turun ke lapangan. Mereka sudah memiliki dasar pemahaman, baik dari sisi etika maupun praktik jurnalistik.” ujar Yussar.


Manfaat Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Bagi Para Peserta

Peserta dan Panitia Kegiatan PJTD 2026 (Sumber: Perslima)

Sementara itu, para peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelaksanaan kegiatan PJTD ini, Muhammad Ilham Assidik, mahasiswa Pendidikan Multimedia, menilai kegiatan ini memberikan insight baru seputar dunia jurnalistik dan fotografi sebagai bekal awal untuk berproses di pers mahasiswa. Ia menyebut PJTD sebagai pengalaman penting sebelum terjun langsung menjadi jurnalis atau sebagai anggota pers mahasiswa.

“Overall menurut aku aman si, dapet insight baru terkait jurnalistik untuk terjun ke lapangan, sebagai anggota perslima ke depannya.” ujarnya.

Adapun Rafiqa Husna, mahasiswi PGPAUD, menyampaikan bahwa PJTD menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Ia merasa kegiatan ini memberikan gambaran tentang peran pers mahasiswa sebagai media informasi yang dapat memberikan dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. 

Rafiqa memandang PJTD sebagai pengalaman yang membuka wawasan dan mendorong keberanian untuk mencoba hal baru. Baginya, kegiatan ini menjadi pengantar untuk mengenal jurnalistik sebagai media yang berdampak. Dalam satu kalimat, ia menyampaikan pesannya,

“Kalau aku tidak join pers mahasiswa, mungkin aku tidak akan tahu ada UKM yang sebermanfaat ini.” ujarnya, pada saat di wawancara terkait kesan pesan.

Peserta lainnya, Alwah Faris Azkar dari Pendidikan Multimedia, mengungkapkan bahwa PJTD tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang seru serta menambah relasi antar peserta. Menurutnya, pelatihan ini membuka pemahaman baru tentang kerja jurnalistik dan mendorongnya untuk terus berkembang, khususnya di bidang penyiaran dan keredaksian.

Alwah memandang PJTD sebagai pengalaman yang membuka wawasan dan mendorong keberanian untuk mencoba hal baru. Baginya, kegiatan ini menjadi pengantar untuk mengenal jurnalistik sebagai media yang berdampak. Dalam satu kalimat, ia menyampaikan pesannya,

“Buat teman-teman yang ingin tahu seputar jurnalistik, kalian harus join pers mahasiswa.” tambahnya.

Melalui pelaksanaan PJTD 2026 ini, diharapkan lahir para jurnalis muda kampus yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, serta memiliki kepekaan sosial dalam setiap karya jurnalistik yang akan dihasilkan.

Redaktur Pelaksana: Nasywa Meirina Karim
Reporter dan Penulis: Ahdan Dwi Mukhopifi
Foto Video: Hizkia Anugrah Rajaguk Guk
Editor: Finfi Fazahro dan Maulida Siti Nurhaliza
Layouter: Ananda Alya Puteri Munggaran