Berita UPI

Ponsel Raib, Rekaman CCTV Sulit untuk Diakses

Ponsel Raib, Rekaman CCTV Sulit untuk Diakses

Bandung (2/10/17), satu unit ponsel milik seorang mahasiswi UPI Kampus Cibiru bernama Irma Destriani dilaporkan hilang di masjid As-Sakinah pada saat korban melaksanakan salat dzuhur sekitar pukul 11.50 WIB.

Mahasiswi semester tiga ini menceritakan kronologis kejadiannya, menurut keterangan Irma, saat itu ia hendak salat dan menyimpan tasnya di selasar masjid sementara ia pergi mengambil wudu. Sesaat setelahnya, melihat tas milik temannya tergeletak begitu saja di depan masjid, seorang teman Irma memindahkan tasnya ke dalam masjid dekat sebuah lemari berisi mukena yang berada di bagian belakang. Sedangkan Irma sendiri melaksanakan salat di shaf paling depan. Irma mencurigai bahwa pelaku adalah orang luar berdasarkan pantauan CCTV yang menunjukkan seorang wanita masuk ke dalam masjid dan berdiam diri di dekat lemari namun tidak melaksanakan salat. Menurut salah satu temannya, ia melihat gerak-gerik mencurigakan pelaku sambil menggeledah tas, namun temannya mengira bahwa tas tersebut adalah milik pelaku.

Tim jurnalistik pun mencoba menelusuri kejadian ini ke staff keamanan UPI Kampus Cibiru melalui keterangan Entis Sutisna dan rekaman CCTV. Entis yang saat itu sedang melaksanakan piket, ketika mendapat laporan kehilangan, ia segera melakukan koordinasi dengan timnya untuk melakukan investigasi ke TKP. Timnya mencurigai bahwa pelaku sudah melakukan pemantauan ketika korban sedang berwudu. Ketika tas korban dibawa temannya ke dalam masjid, pelaku mengikuti dan pura-pura memakai mukena hendak melaksanakan salat di dekat tas korban tersimpan. Dari hasil rekaman CCTV, ketika iqamat, terlihat pelaku terburu-buru meninggalkan masjid dan tak lama korban menyadari ponsel miliknya telah raib.

Menurut keterangan korban, dirinya mengaku mendapatkan respons kurang baik ketika melaporkan kehilangannya. Akan tetapi pihak keamanan mengklarifikasi bahwa mereka berusaha untuk setenang mungkin agar tidak terbawa panik, selain itu dalam pelaporan juga ada beberapa prosedur yang harus dilakukan demi kemudahan proses penyelidikan. Korban juga melapor bahwa dirinya kesulitan untuk bisa melihat rekaman CCTV, pihak keamanan mengutarakan bahwa server CCTV yang digunakan adalah server baru sehingga perlu adanya pengaturan terlebih dahulu dan mengunduh beberapa perangkat lunak untuk dapat mengakses rekaman CCTV.

Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga bukti-bukti berupa rekaman CCTV masih belum bisa dipublikasikan. Entis menghimbau agar mahasiswa selalu berhati-hati dan dapat menjaga barang pribadi masing-masing. Pihak keamanan pun akan menempelkan kata-kata peringatan untuk senantiasa menjaga barang pribadi di beberapa tempat di kampus seperti masjid dan berusaha mengajukan pemasangan CCTV di beberapa sudut serta melakukan peningkatan sistem agar terpantaunya setiap aktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *