Bandung, 2 Mei 2026 — Seminggu setelah sesi perdana mereka, 159 delegasi AFL Summer Peak 2026 kembali hadir di depan layar masing-masing. AIESEC in Bandung menggelar sesi Capacity Building kedua (CB 2) dari program AFL (AIESEC Future Leaders) Summer Peak 2026 melalui Zoom — dan kali ini, yang dibahas bukan lagi cara memetakan bisnis, melainkan sesuatu yang semakin tak bisa diabaikan di era sekarang: Data Storytelling.
Sesi ini dibawakan oleh Sita Yaumil Muqsithoh, Information Technology Business Analyst dari Hyundai Autoever Indonesia. Dengan latar belakang di persimpangan antara teknologi dan bisnis, Sita membawa premis yang sederhana tapi kuat: data bukan milik eksklusif para analis atau engineer. Siapa pun yang ingin berdampak di kantor, di organisasi, bahkan di ruang rapat kampus, perlu bisa membaca data dan menceritakannya dengan cara yang tepat.

(Original Pic: Here )
Yang membuat sesi ini menonjol bukan hanya materinya, tapi bagaimana materi itu disampaikan. Pendekatan Sita yang praktis dan mudah dicerna membuat peserta dari berbagai jurusan. Teknik, bisnis, kesehatan, Pendidikan, bisa mengikuti alur sesi tanpa merasa tertinggal. Diskusi bersama coach yang hadir di akhir sesi juga memberi ruang bagi peserta untuk merefleksikan materi dengan konteks mereka masing-masing.
Tiga delegasi secara terbuka berbagi apa yang mereka bawa pulang dari CB 2. Nazla Rizqia Hatta mengaku sesi ini mengubah cara ia melihat data secara mendasar.
“Sesi tentang analisis data memberi saya pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana data bisa digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Saya juga jadi sadar betapa pentingnya kemampuan analitis, bahkan di luar bidang teknis.”
Indri Claudia Rizky mengapresiasi cara penyajian yang interaktif, sekaligus memberikan catatan untuk ke depannya.
“Yang paling saya sukai adalah bagaimana materi disajikan dengan cara yang menarik dan interaktif. Ke depannya, akan lebih baik jika topik yang dibahas bisa semakin berfokus pada hal-hal dengan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.”
Sementara Anindya Nusa Kalimah Syahadah menyebut relevansi materi dengan bidang studinya sebagai hal yang paling membuatnya engaged sepanjang sesi.
“Materi terasa relevan dan relatable, terutama karena berkaitan langsung dengan bidang studi saya. Speaker juga menjelaskan topik dengan jelas, sehingga sesi lebih mudah diikuti dan lebih menarik.”
Ketiga refleksi itu datang dari peserta dengan latar belakang yang berbeda, dan justru itulah yang membuat AFL Summer Peak 2026 terasa bermakna. Program ini mempertemukan 159 pemuda dari Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN SGD Bandung, Institut Teknologi Bandung, Universitas Komputer Indonesia, Binus University, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Padjadjaran, IT Nasional Bandung, Universitas Jenderal Achmad Yani, Poltek Manufaktur Bandung, dan Poltekkes Kemenkes, dalam satu ruang belajar yang sama, dengan semangat yang sama.
Dengan CB 2 yang tuntas, rangkaian Capacity Building AFL Summer Peak 2026 resmi selesai. Dua sesi, dua perspektif yang saling melengkapi: CB 1 mengajarkan cara berpikir, CB 2 mengajarkan cara bercerita lewat data. Bersama, keduanya menyusun fondasi yang tidak hanya berguna di bangku kuliah, tapi jauh melampaui itu.
Satu program. Dua sesi. Seratus lima puluh sembilan alasan untuk percaya bahwa pemimpin masa depan Bandung sudah mulai bergerak.
AFL Summer Peak 2026 merupakan program pengembangan kapasitas yang diinisiasi oleh AIESEC in Bandung. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti kanal media sosial resmi AIESEC in Bandung.
