PERSLIMA Berita Kegiatan Mahasiswa Malam Puncak September Hitam: Suarakan Aspirasi, Tegaskan Semangat “Menolak Lupa”
Berita Kegiatan Mahasiswa

Malam Puncak September Hitam: Suarakan Aspirasi, Tegaskan Semangat “Menolak Lupa”

Bandung, 02 Oktober 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Cibiru berkolaborasi dengan komunitas Satu Misi menyelenggarakan Malam Puncak September Hitam sebagai penutup rangkaian aksi bulanan yang telah berlangsung sepanjang September. Acara ini menjadi momentum refleksi sejarah dan ajang penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai isu kampus maupun nasional.

Malam Puncak September Hitam (Sumber: Dokumentasi PERSLIMA)

Selama bulan September, mahasiswa UPI Cibiru mengenakan pakaian bernuansa hitam setiap hari Kamis sebagai simbol gerakan “September Hitam.” Pakaian hitam tersebut melambangkan duka, solidaritas, serta ajakan untuk tidak melupakan berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di bulan September.

Rangkaian acara malam puncak ini meliputi mimbar bebas, pertunjukan teater, penyalaan lilin simbolik, renungan, dan doa bersama. Setiap agenda memiliki makna simbolik: Kebebasan berpendapat, ekspresi seni, hingga refleksi nilai keadilan.

Ketua BEM UPI Cibiru, Akmam Jainudin, menyampaikan harapannya agar semangat September Hitam tidak berhenti pada acara malam ini saja.

Ketua BEM UPI Cibiru, Akmam Jainudin (Sumber: Dokumentasi PERSLIMA)

“Karena hari ini adalah acara puncak dari September Hitam, maka kita harus tetap menolak lupa. Bahwasannya, sejarah di bulan September ini sangat hitam. Bahkan sampai saat ini, tragedi-tragedi di bulan September belum benar-benar selesai itu yang pertama.” ujarnya.

“Lalu yang kedua, dalam acara puncak September ini tadi selain ada teater dan nyanyi bersama, juga ada orasi mahasiswa umum. Dari situ terlihat bahwa mahasiswa UPI Cibiru punya banyak hal yang ingin disampaikan, juga banyak harapan untuk kedepannya. Maka dari itu, harapan kami suara mahasiswa tidak hanya disampaikan di sini saja. Ini bukan awal, bukan akhir, tapi langkah awal perjuangan. Harapan kami dari BEM UPI Cibiru, semoga suara mahasiswa terus berjalan di jalan keadilan, dan terus menyuarakan hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.” lanjutnya.

Perwakilan staf Advokastrat, Rahma, yang turut tampil dalam pertunjukan teater malam itu, berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.

Perwakilan staf Advokastrat, Rahma, salah satu yang tampil pada teater (Sumber: Dokumentasi PERSLIMA)

“Mungkin harapan dari saya, teman-teman Advokastrat, dan teman-teman mahasiswa, semoga acara seperti ini bisa ada lagi tahun depan, di periode selanjutnya. Walaupun nanti bukan kami yang melanjutkan, semoga ada generasi baru yang meneruskan. Dan semoga ke depannya acara ini bisa lebih di improve lagi, baik dari segi kinerja maupun penampilan saat perencanaannya nanti.” tutur Claudia.

Anggota komunitas Satu Misi, Faiz Sofwan, yang berperan sebagai penulis naskah drama, menilai acara ini memberikan pengalaman penting dalam menyuarakan aspirasi.

“Tentu, sesuatu yang saya dapat dari acara ini adalah bahwa untuk menyuarakan aspirasi itu benar-benar harus kita lakukan sendiri. Acara ini sangat simbolik ada mimbar bebas yang artinya kita harus benar-benar menyuarakan suara dengan lantang dan tidak boleh padam. Itu pelajaran penting yang saya dapat.” jelas Faiz.

Penampilan Teater (Sumber: Dokumentasi PERSLIMA)

Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali berteater setelah lama vakum.

“Aku sangat senang dengan acara ini, karena lewat acara ini aku bisa kembali lagi berteater. Setelah sempat vakum, aku diajak lagi sama teman-teman untuk tampil, dan aku benar-benar senang dan suka banget.” tambahnya.

Salah satu anggota Satu Misi, Rhafy, tampil membawakan dua lagu dan satu orasi dalam bentuk monolog. Ia mengamati respons audiens yang cukup antusias selama acara berlangsung.

“Gerakan ini tentu tidak muncul dari ruang kosong. Tujuannya adalah untuk membuka mata mahasiswa terhadap berbagai isu kampus dan negara. Dari yang saya lihat, audiens yang hadir cukup banyak dan mereka menyimak dengan serius, terlihat dari banyaknya anggukan setuju. Harapannya, acara ini dapat menjadi langkah awal agar mahasiswa mulai lebih sadar terhadap lingkungan kampus dan kondisi sosial di sekitarnya.” ujarnya.

Penampilan Teater (Sumber: Dokumentasi PERSLIMA)

Melalui Malam Puncak September Hitam 2025, BEM UPI Cibiru dan komunitas Satu Misi berupaya menghadirkan ruang refleksi dan ekspresi bagi mahasiswa untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan sejarah bangsa. Acara ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian aksi simbolik selama September, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas, serta semangat perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan.

Dengan antusiasme peserta dan audiens yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus hidup dan berkembang, melahirkan generasi mahasiswa yang peka terhadap sejarah dan berani bersuara untuk perubahan.

Penulis: Amelia Siti Widiana & Irvan Rizki Lase
Editor:  Shillva Mardiana Ressywijaya
Redaktur Pelaksana: Adillatus Silfi
Foto Video: Hizkia Anugrah Rajaguk Guk & Livia Aliyah Alfita

Spotify: perslima
Facebook: Perslima UPI Cibiru
X (Twitter): @perslima_upi
Line: @ism2616p
Website: perslima.com
E-mail: perslimaupicibiru@gmail.com

Exit mobile version