Bandung, 17 September 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perslima Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus UPI Cibiru kembali menggelar Persphoria ke-15 sebagai wadah kreativitas sekaligus perayaan kebersamaan mahasiswa.
Tahun ini, rangkaian kegiatan meliputi lomba videografi, podcast, dan news anchor yang diikuti mahasiswa dari berbagai kampus. Selain kompetisi, acara juga diwarnai seminar kejurnalistikan dengan pemaparan materi yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.

Sebagai fasilitator, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perslima tidak hanya memberi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya terbaik, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi, seni, dan jurnalistik di lingkungan kampus. Persphoria menjadi simbol pengembangan potensi sekaligus ajang yang mempererat kebersamaan lewat suasana kompetitif yang sehat.

Pengumuman pemenang lomba menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam Persphoria ke-15.
Pada lomba podcast, juara pertama berhasil diraih oleh Gea Aulia, kemudian disusul oleh Nabila Zahra Khairunnisa di posisi kedua, dan disusul oleh Karina Fauzia Setiadi dan Dzaky Julian Putranto yang meraih juara ketiga.
Sementara itu, dalam lomba news anchor, gelar juara pertama diraih oleh Selvia Damayanti, kemudian Salwa Az Zahra menempati posisi kedua, dan Devia Septia Arini berhasil menduduki peringkat ketiga.
Sedangkan pada lomba videografi, Rinaldi keluar sebagai juara pertama, diikuti oleh Muhammad Nur Ikhsan sebagai juara kedua, dan Marsya Syafira Rusadi yang menutup kemenangan dengan meraih juara ketiga.

Selain ada perlombaan, Persphoria ke-15 juga menghadirkan sesi berbagi ilmu dan inspirasi. Pada kesempatan ini, Muhammad Syafi’i Nurullah diundang sebagai pemateri yang menyampaikan materi seputar dunia jurnalistik sekaligus memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengasah kreativitas di bidang media. Penjelasan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai peran pers mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital.
Sesi pemaparan ini berlangsung interaktif berkat panduan Najwa Adistia Nisrina yang bertindak sebagai moderator. Dengan alur yang terarah dan gaya komunikasi yang hangat, Najwa berhasil menjaga jalannya diskusi tetap hidup serta memberi kesempatan bagi peserta untuk bertanya dan bertukar pandangan dengan pemateri. Kehadiran keduanya membuat acara Persphoria tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran dan refleksi bersama.
Acara Persphoria ke-15 dibuka dengan seremoni pembukaan yang berlangsung meriah. Setelah itu, peserta dan penonton mengikuti seminar kejurnalistikan yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Suasana semakin hangat saat prosesi pembagian hadiah untuk para pemenang lomba, dilanjutkan dengan momen pemotongan kue yang menambah kesan perayaan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Gempita Perslima yang menghadirkan kemeriahan bagi seluruh hadirin. Sepanjang kegiatan, pengunjung juga dapat menikmati pameran foto yang menampilkan karya-karya mahasiswa dan menjadi daya tarik tersendiri.

Dua peserta dari LPM Industria Politeknik Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Jakarta, Ghita dan Ikhsan, berbagi pengalaman mereka setelah mengikuti Persphoria ke-15.
“Kalo menurut saya paling tertarik dengan penyampaian materinya, dimana penyampaian materinya jelas dan singkat serta mudah dimengerti,” ujar Ghita.
Ikhsan menambahkan, “Setuju, penyampaiannya sesuai dengan aspek, tantangan, jurnalistik di zaman sekarang, cara mengatasi tantangan tersebut, terus juga tadi pameran fotonya memberikan kita gambaran bagaimana Indonesia seperti sekarang.”
Saat ditanya mengenai kesan pertama, Ghita menyebut acara ini menjadi pengalaman baru.
“Untuk kesan pertamanya sih ini adalah pengalaman terbaru bagi kami mengenal Perslima di UPI ini, kesannya seru, acaranya menyampaikan materi dengan baik, dengan mendapat insight baru,” katanya.Ikhsan pun menegaskan apresiasinya. “Semoga Perslima tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Keduanya juga menyampaikan harapan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perslima. “Bisa makin berkembang, meluas dan bisa lebih berbaur,” harap Ghita.
“Tumbuh lebih baik dan independen,” tambah Ikhsan.

Persphoria tahun ini kembali menegaskan posisinya sebagai ruang pengembangan kreativitas mahasiswa. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi ajang pertemuan gagasan, pertukaran pengalaman, sekaligus langkah nyata Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perslima dalam menumbuhkan budaya literasi dan jurnalistik di lingkungan kampus.
Reporter: Sofian Putri Lumban Gaol & Amelia Siti Widiana
Foto Video: Livia Aliyah Alfita, Zidan Muhamad Maulidiyan, Nazwa Kusumawicitra
Editor: Shillva Mardiana Ressywijaya
Redaktur Pelaksana: Adillatus Silfi
