Ditjen Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM REMA UPI), Zulfa Fauziyyah telah mengkonfirmasi bahwa peretasan akun Instagram BEM REMA UPI terjadi pada tanggal 27 Agustus 2020. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 pagi.
“Ada notifikasi dari email, tapi ternyata nomor telepon dan email yang di Instagram sudah diganti sama hacker, jadi kami sudah tidak bisa akses,” ungkap Zulfa dalam wawancara melalui WhatsApp (27/08/2020).
Adnan selaku Menteri Komunikasi dan Informatika BEM REMA UPI belum mengetahui motif jelas dari pelaku. Beliau juga kesulitan untuk mencari informasi lain karena pelaku menggunakan akun dummy (akun palsu) untuk melancarkan aksinya. Peretasan pada akun Instagram @bemremaupi ini terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Adnan menambahkan bahwa peretasan juga pernah terjadi pada akun himpunan.
Menurut Dian, Dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) UPI, ada beberapa kemungkinan akun media sosial bisa diretas, yaitu ada orang yang menyebarkan kata sandi, kata sandi yang mudah ditebak, serangan kekerasan (brute force), dan akun yang tidak menggunakan verifikasi 2 faktor. Dian juga memberikan beberapa tips untuk meminimalkan kemungkinan terkena peretasan dalam menggunakan media sosial.
“Pertama-tama, kita bisa menerapkan verifikasi 2 faktor. Misalnya di Instagram, bisa menggunakan fitur keamanan autentikasi dua faktor atau membuat akun terverifikasi. Kedua, gunakan kata sandi yang kuat (kombinasi huruf dan angka) yang tidak mudah ditebak, dan ketiga, lakukan pergantian kata sandi secara teratur,” jelas Dian dalam wawancara melalui WhatsApp (28/08/2020).
Ditjen Komunikasi BEM REMA UPI, Zulfa berharap “Semoga hacker mau mengembalikan Instagram BEM REMA ke BEM REMA, khususnya ke Kominfo BEM REMA. Jika memang hacker memiliki masalah dengan BEM, kami berharap dapat dibicarakan atau didiskusikan dengan baik, bukan dengan cara mengambil sesuatu yang bukan miliknya,” jelasnya.
Dalam siaran persnya, BEM REMA UPI menyatakan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwenang. Pernyataan tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh Menteri Kominfo, Adnan. “Ya, betul, BEM REMA UPI akan melaporkan ke pihak yang berwenang, jalur hukum,” tegasnya. Hingga saat ini, akun Instagram BEM REMA UPI belum berhasil dipulihkan. Saat ini, BEM REMA UPI membuat akun Instagram baru @bem.upi.
Press release BEM REMA UPI dapat diakses di link berikut: Press Release.
Penulis: Syarifah Nur’aini
Editor: Sri Rahmayanti





